Scroll untuk baca artikel
banner 300x325
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITADAERAHLAMPUNGNASIONALTANGGAMUS

Diduga Selingkuh,Oknm Kepala Pekon di Banyumas Pringsewu Digerebek Istri di Penginapan.

×

Diduga Selingkuh,Oknm Kepala Pekon di Banyumas Pringsewu Digerebek Istri di Penginapan.

Sebarkan artikel ini

Seorang oknum kepala pekon di wilayah Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, diduga terlibat kasus perselingkuhan setelah disebut-sebut tertangkap basah di salah satu penginapan di Kabupaten Pringsewu pada pekan lalu.

Informasi tersebut mencuat setelah seorang narasumber berinisial A, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan langsung kepada media ini pada Jumat (17/04/2026). Menurut sumber tersebut, peristiwa dugaan perselingkuhan itu terjadi pada Kamis, 9 April 2026, ketika oknum kepala pekon tersebut diduga digerebek oleh istrinya sendiri di sebuah penginapan.

GESER UNTUK BACA BERITA
Example 300x600
GESER UNTUK BACA BERITA

“Benar, informasinya yang bersangkutan digerebek istrinya sendiri di salah satu penginapan di wilayah Pringsewu,” ujar narasumber kepada media ini.

Menindaklanjuti informasi tersebut, media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada oknum kepala pekon berinisial AN melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Tidak hanya itu, media ini juga mencoba meminta klarifikasi kepada sekretaris pekon tempat oknum tersebut bertugas. Namun, upaya konfirmasi tersebut juga belum mendapatkan respons.

Untuk memastikan informasi yang beredar, media ini kemudian mendatangi pihak penginapan yang disebut dalam informasi tersebut. Saat dikonfirmasi, pihak penginapan tidak secara gamblang membantah kabar tersebut dan justru memberikan pernyataan yang menguatkan dugaan adanya peristiwa dimaksud.

“Ya tidak ada masalah bang, saling jaga privasi saja demi kenyamanan bersama. Silakan ditindaklanjuti,” ujar pihak penginapan kepada media ini.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan publik, mengingat seorang kepala pekon merupakan pejabat publik yang seharusnya menjaga etika, moral, dan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut. Media ini masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi lanjutan dari pihak yang bersangkutan guna menjunjung asas keberimbangan dalam pemberitaan.

Apabila informasi ini terbukti benar, masyarakat berharap pihak berwenang maupun instansi terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut secara profesional, mengingat perilaku pejabat publik dinilai harus menjadi contoh di tengah masyarakat. ( *** )